Skip to main content

Posts

Optimis Indonesia Maju: Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI

81 tahun sudah Indonesia merdeka. Selama lebih dari delapan dasawarsa, Indonesia telah melalui berbagai rintangan, mulai dari ancaman separatisme, pemberontakan, hiperinflasi, krisis moneter, terorisme, resesi ekonomi, hingga pandemi. Meski demikian, Indonesia masih berdiri teguh sebagai satu bangsa hingga hari ini. Tentunya ini patut kita syukuri karena ada beberapa negara yang terjerumus menjadi negara gagal, bahkan bubar karena tidak mampu mengatasi persoalan yang mereka hadapi.  Fakta bahwasanya Indonesia masih terus berkembang hingga hari ini menunjukkan kalau kita bisa bersikap optimis terhadap negara kita. Optimisme bukan berarti kita menutup mata terhadap kekurangan-kekurangan yang ada, melainkan percaya bahwasanya Indonesia pasti akan belajar daripada pengalaman, terus memperbaiki diri,  dan bergerak maju.  Kalau kita bandingkan Indonesia sekarang dengan masa lampau, maka kita bisa melihat bahwasanya telah terjadi begitu banyak kemajuan yang terjadi di negara ini...
Recent posts

Demokrasi Bukanlah Kebebasan Tanpa Batas

Kalau kita berbicara tentang demokrasi, pada umumnya yang langsung terbesit di pikiran kita ialah tentang pemilu yang LUBERJURDIL (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, Adil), hak asasi manusia, supremasi hukum, dan kebebasan berpendapat.  Dalam pembahasan kali ini, yang ingin saya bahas ialah mengenai kebebasan berpendapat sebab belakangan ini, isu terkait demokrasi dan kebebasan berpendapat menjadi perhatian bagi saya, dalam artian agaknya masih banyak yang belum memahami bagaimana menggunakan hak kebebasan berpendapat dengan baik. Kita tahu baru-baru ini terjadi suatu peristiwa di Universitas Gajah Mada (UGM) ketika beberapa mahasiswa dari kelompok Serikat Mahasiswa (Sema) UGM menghentikan paksa acara diskusi Kopdar bertajuk “Pancasila Pemersatu Bangsa” yang diselenggarakan oleh Total Politik di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, yang dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Kepala Badan Percepatan Pengen...

MBG: Stimulus Raksasa demi Mengejar Swasembada Pangan

Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan daripada pemerintahan Prabowo Subianto; tepatnya salah satu dari 8 Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Program MBG ini ditujukan kepada anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui guna pemenuhan gizi dan mencerdaskan anak, serta mencegah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak atau tengkes ( stunting ). Target daripada program MBG ini ialah 82,9 juta penerima. Menurut Badan Gizi Nasional (BGN), per bulan Mei 2026, penerima manfaat program ini telah mencapai 62,45 juta orang, di antaranya adalah 48.350.393 peserta didik (76,1% dari jumlah keseluruhan peserta didik), 6.303.775 balita (37,7% dari jumlah keseluruhan balita), 2.066.533 ibu menyusui (75,2% dari total sasaran), 868.259 ibu hamil (35,3% dari total sasaran), 644.664 santri (44,2% dari total sasaran), dan 4.220.440 guru dan tenaga pendidik, sehingga jumlah keseluruhan penerima manfaat MBG adalah 62.454.064 orang. Selain itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan...

Koalisi Permanen: Strategi Menjaga Kesinambungan Pembangunan Nasional

  Koalisi permanen adalah suatu wacana aliansi partai politik yang mengikat dalam waktu jangka panjang.  Usulan ini pertama kali dikemukakan oleh Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jeffrey Giovanie pada 1 Maret 2024 dalam kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia . Ia mengaku ingin meniru Barisan Nasional di Malaysia dan berharap agar koalisi ini tidak hanya di tingkat nasional, melainkan sampai kepada tingkat daerah. Presiden Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra juga menyatakan keinginannya agar koalisi permanen dapat terwujud pada saat acara silaturahmi Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Padepokan Garudayaksa, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tanggal 14 Februari 2025.  Isu ini sempat redup sampai pada akhir tahun 2025 ketika Golkar menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I yang digelar pada tanggal 20 Desember 2025. Hasil rapimnas tersebut mengusulkan agar koalisi permanen ini dapat diwujudkan. Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahada...