Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2026

Koalisi Permanen: Strategi Menjaga Kesinambungan Pembangunan Nasional

  Koalisi permanen adalah suatu wacana aliansi partai politik yang mengikat dalam waktu jangka panjang.  Usulan ini pertama kali dikemukakan oleh Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jeffrey Giovanie pada 1 Maret 2024 dalam kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia . Ia mengaku ingin meniru Barisan Nasional di Malaysia dan berharap agar koalisi ini tidak hanya di tingkat nasional, melainkan sampai kepada tingkat daerah. Presiden Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra juga menyatakan keinginannya agar koalisi permanen dapat terwujud pada saat acara silaturahmi Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Padepokan Garudayaksa, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tanggal 14 Februari 2025.  Isu ini sempat redup sampai pada akhir tahun 2025 ketika Golkar menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I yang digelar pada tanggal 20 Desember 2025. Hasil rapimnas tersebut mengusulkan agar koalisi permanen ini dapat diwujudkan. Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahada...

Kendaraan Listrik: Jurus Jitu Kemandirian Energi Nasional

Sejak terjadinya Perang Iran 2026, banyak orang mulai sadar akan pentingnya agenda swasembada energi. Bagaimana tidak, penutupan Selat Hormuz oleh Iran menjadikan harga minyak naik begitu tajam di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini tidak lepas daripada fakta bahwasanya Indonesia masih mengimpor BBM. Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kemampuan memproduksi minyak kita hanya 605.000 barel per hari, sementara kebutuhan kita adalah 1,6 juta barel per hari. Dengan demikian, kita masih harus mengimpor sebesar 1 juta barel per hari. Implikasi daripada impor BBM ini tentu berdampak negatif pada negara kita sebab Rupiah menjadi melemah karena kita harus beli dengan dolar AS dan kita menjadi tergantung dengan negara lain. Ditambah, impor BBM kita dari Selat Hormuz sebesar 20%. Memang angkanya tidak sebesar negara-negara lain, namun tidak dapat dinafikan dampaknya sudah terasa di sini. Sebagai contoh, harga BBM per bulan Mei 2026 untuk Dexlite (CN 51) s...

Diplomasi Maung: Simbol Kemandirian Industri Otomotif Indonesia

Pada saat KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina yang diselenggarakan pada tanggal 7-8 Mei 2026, Indonesia kembali mencuri perhatian lantaran untuk pertama kalinya dalam sejarah, delegasi Indonesia membawa mobil dinas kepresidenannya sendiri, sebuah hal yang biasanya dilakukan oleh negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia.  Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto juga menjadi satu-satunya pemimpin di KTT ASEAN Cebu 2026 yang menggunakan kendaraannya sendiri.  Kehadiran Pindad Maung MV3 Garuda Limousine di Cebu, Filipina menuai perhatian dan pujian dari para diaspora Indonesia di Filipina.  Salah satunya ialah Ronald Tasik, diaspora Indonesia yang bekerja sebagai dokter di Cebu, Filipina mengaku bangga melihat Maung tampil di panggung internasional. Seorang diaspora lainnya bernama Lili Yahya juga mengaku terkejut melihat mobil kepresidenan tersebut dibawa ke Filipina. Tidak hanya itu, Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkap Indonesia mendapatkan res...

Dari Masa ke Masa: Rekam Jejak Kepemimpinan Para Ketua Umum Golongan Karya

  Golongan Karya (Golkar) boleh jadi partai politik yang bisa mengklaim dirinya sebagai yang paling unik di Indonesia. Bagaimana tidak, partai ini mempunyai ciri khasnya tersendiri, seperti satu-satunya partai yang berwarna kuning, satu-satunya partai yang telah ada sejak Orde Lama yang membuatnya menjadi partai tertua di Indonesia, satu-satunya partai yang terang-terangan tidak berbasis pada ideologi (selain Pancasila), dan juga satu-satunya partai yang mempunyai begitu banyak jajaran ketua umum. Banyaknya kader Golkar yang pernah menjadi ketua umum merupakan keunikan tersendiri di Indonesia karena masih banyak partai-partai politik di Indonesia yang berbasis pada ketokohan seorang figur (figursentris). Lain halnya dengan Golkar yang justru sering kali mengalami pergantian ketua umum, bahkan per tahun 2026, sudah ada 12 ketua umum sejak berdirinya Golkar pada tanggal 20 Oktober 1964. Hal ini membuat Golkar bukanlah partai yang figursentris, melainkan partai yang memang terbuka dan...