Pada saat KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina yang diselenggarakan pada tanggal 7-8 Mei 2026, Indonesia kembali mencuri perhatian lantaran untuk pertama kalinya dalam sejarah, delegasi Indonesia membawa mobil dinas kepresidenannya sendiri, sebuah hal yang biasanya dilakukan oleh negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto juga menjadi satu-satunya pemimpin di KTT ASEAN Cebu 2026 yang menggunakan kendaraannya sendiri.
Kehadiran Pindad Maung MV3 Garuda Limousine di Cebu, Filipina menuai perhatian dan pujian dari para diaspora Indonesia di Filipina.
Salah satunya ialah Ronald Tasik, diaspora Indonesia yang bekerja sebagai dokter di Cebu, Filipina mengaku bangga melihat Maung tampil di panggung internasional.
Seorang diaspora lainnya bernama Lili Yahya juga mengaku terkejut melihat mobil kepresidenan tersebut dibawa ke Filipina.
Tidak hanya itu, Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkap Indonesia mendapatkan respons positif dari delegasi asing memgenai penggunaan Maung sebagai kendaraan penunjang mobilitas Presiden Prabowo selama KTT ASEAN.
Terus terang saja, saya sendiri juga terkejut dan bangga ketika melihat Pindad Maung mengaspal di negara Mutiara Laut Orien tersebut sebab selain ini pertama kalinya dalam sejarah, ini juga menunjukkan bahwasanya Indonesia adalah bangsa yang besar.
Pindad Maung MV3 Garuda Limousine ini memang bukan barang baru. Pertama kali ia dikenalkan kepada khalayak umum adalah pada saat Pelantikan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran pada tanggal 20 Oktober 2024.
![]() |
| Presiden Prabowo Subianto menyapa masyarakat pasca pelantikannya sebagai Presiden RI (20/10/2024) |
Sebagai warga negara Indonesia, kita patut berbangga atas sejarah yang telah ditorehkan oleh Presiden Prabowo. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan industri mobil nasional yang ditargetkan akan jadi pada tahun 2028 demi kemandirian industri otomotif nasional.
Kita harus mendukung penuh proyek mobil nasional ini. Dulu pada masa Orde Baru, kita pernah punya Bimantara dan Timor, namun tidak berusia panjang karena Krisis Moneter 1997-1998. Kini, kita punya kesempatan baik untuk mewujudkan mobil nasional ini dan kita harus mendukungnya.
Apakah kita tidak malu mengaku sebagai bangsa yang besar, namun mobil nasional saja tidak punya? Kalau Malaysia punya Proton dan Perodua, Korea Selatan punya Hyundai dan Kia, Jerman punya Volkswagen, Turki punya TOGG, Tiongkok punya Wuling, maka sudah selayaknya Indonesia mempunyai mobil nasionalnya sendiri.
Saya yakin dengan kemauan yang kuat, pasti akan terwujud. Kita sebagai rakyat, juga seyogianya mendukung penuh proyek mobnas ini alih-alih menghina dan mencaci maki. Saya melihat ada beberapa komentar negatif terkait Maung dengan alasan sasis, mesin, dan platform yang digunakan masih sama dengan Ssangyong Rexton asal Korea Selatan. Memang salahnya apa? Toh, lagipula TKDN-nya sudah mencapai 70%, bukankah ini prestasi? Bentuknya saja berbeda, hanya interiornya saja yang sama. Selain itu, kerja sama dengan merk luar negeri juga hal yang lumrah dalam dunia otomotif. Malaysia saja dengan Proton dan Peroduanya juga masih sering melakukan rebadge dari Geely dan Daihatsu.
Justru di tahap awal ini lah kita harus betul-betul mendukung suksesnya proyek ini. Kalau kita tidak mendukungnya, akhirnya hanya menjadi wacana, mentok-mentok prototipe. Tiongkok saja bisa sehebat ini karena kesungguhan pemerintah dan dukungan rakyatnya.
Saya ingat dulu ketika saya masih kecil, sempat ada mobil Tiongkok merk Chery di Indonesia. Dulu, terus terang saja masih jelek, bahkan sempat angkat kaki dari Indonesia. Tapi sekarang? Menjadi salah satu perusahaan otomotif ternama di dunia, bahkan kembali masuk di Indonesia. Terlebih lagi, kini Chery mempunyai banyak subdivisi seperti Omoda, Jaecoo, Lepas, Exlantis, dan Aiqar.
Artinya apa? Perlahan tapi pasti, atau dalam bahasa Jawa, alon-alon waton kelakon, kalau Indonesia serius dengan proyek mobnas ini, maka dalam waktu 20 tahun ke depan, bukan tidak mungkin mobnas kita akan jadi perusahaan otomotif multinasional seperti merk-merk mobil asal Tiongkok.
Sebagai informasi, pada bulan April 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan mobnas akan digarap oleh Pindad dan akan diproduksi di Karawang, Jawa Barat. Pada bulan Mei 2026, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy juga telah mengeluarkan 8 Klaster Program Kerja Prioritas Nasional sebagai Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2027. 8 klaster tersebut mencakup 60 program dan salah satunya adalah proyek mobnas ini di klaster Hilirisasi dan Industrialisasi.
Saya melihat pemerintahan Prabowo sudah serius akan hal ini, sampai-sampai mempromosikannya saat acara KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Tidak mungkin tidak serius kalau sampai menggunakan mobil dinas kepresidenannya sendiri di luar negeri.
Saya berharap ini menjadi tradisi baru bagi Indonesia, minimal setiap kunjungan di negara-negara ASEAN, Presiden RI diwajibkan membawa mobil dinas kepresidenannya sebagai ajang untuk menunjukkan bahwasanya pemerintah serius akan proyek mobnas dan industri otomotif kita tidak kalah hebat dengan negara-negara lainnya.
![]() |
| Presiden Prabowo Subianto tiba di Cebu, Filipina dalam rangka KTT ke-48 ASEAN (7/5/2026). |
Mobil Pindad Maung MV3 Garuda Limousine menjadi lambang bahwasanya Indonesia mampu membuat mobil sendiri. Oleh sebab itu, marilah kita mendukung proyek mobnas ini karena hanya dengan dukungan kuat dari masyarakat, proyek ini bisa berhasil. Dengan mendukung proyek ini, kita berarti mendukung Indonesia yang berdikari. Dengan mendukung proyek ini juga, berarti kita turut berpartisipasi dalam rangka menyukseskan kesinambungan pembangunan nasional demi terwujudnya kejayaan Indonesia Raya dan Visi Indonesia Emas 2045.
Kiranya Tuhan memberkati saudara sekalian dan Tuhan memberkati Negara Kesatuan Republik Indonesia.




Comments
Post a Comment